twitter


Departemen Pertahanan Amerika Serikat Senin (3/8) menyatakan ingin mempercepat rencana produksi bom penjebol bunker yang sangat besar. Bom bernama Massive Ordnance Penetrator (MOP) itu dianggap sebagai senjata potensial terhadap instalasi nuklir di Iran dan Korea Utara yang kebanyakan berada di bawah tanah. AS telah meminta kedua negara tersebut melepaskan senjata nuklir mereka, dan menolak mengenyampingkan kemungkinan tindakan militer.
 Senjata penghancur bunker adalah merupakan teknologi baru dalam dunia militer. Senjata ini pertama kali diciptakan oleh Amerika Serikat sebagai peralatan perang untuk menghancurkan bunker bunker tersembunyi milik musuh. MOP berbobot 30.000 pon (13.600 kilogram) dan mengandung 5.300 pon (2.400 kilogram) bahan peledak. Menurut Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan Pentagon, MOP akan melepaskan kekuatan ledakan 10 kali lipat dari pendahulunya, BLU-109 yang mengandung 2.000 pon bahan peledak. Bahkan MOP sekitar sepertiga lebih berat dibanding bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast yang dijuluki "induk semua bom". 
Dengan panjang 20 kaki (enam meter), MOP dirancang untuk menembus hingga 200 kaki (61 meter) di bawah tanah sebelum meledak. Senjata ini akan dilepas oleh pesawat Stealth B-2. Senjata ini dibuat oleh Boeing Co, dan dapat menjadi bom konvensional paling besar yang AS pernah gunakan. (DIO)

 

0 comments:

Post a Comment